Meski arus mudik belum mencapai puncaknya, namun calo tiket di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, sudah gencar melancarkan aksinya. Tak pelak, sejumlah pemudik pun dibuat resah karena kehabisan tiket.

Oktavianus Budi, 32, menuturkan, Rabu (17/9), ia bermaksud memesan tiket kereta Taksaka jurusan Jakarta–Yogyakarta untuk keberangkatan Kamis (25/9), tapi tiketnya sudah ludes terjual. Merasa tak mungkin memaksakan diri, Budi pun memutuskan pulang.

Namun, ketika ia sampai di pintu keluar seseorang menghampirinya dan tanpa ragu-ragu menawarkan tiket yang diharapkan Budi dengan harga Rp 400 ribu. Tak mau pusing, Budi pun membayarnya. Padahal, tiket tersebut harga normalnya hanya Rp 350.000. “Dari pada ngga bisa pulang, mending saya beli aja,” ujar Budi seraya menunjukan tiketnya.

Sutjipto, 40, salah seorang sopir taksi yang kerap mangkal di stasiun Gambir pun membenarkan maraknya calo tiket di Stasiun Gambir. Menurutnya, para calo tersebut terorganisir secara rapi, jadi tidak begitu kehilatan berkeliaran. Sehingga dapat mengelabuhi petugas.

Biasanya para calo tiket itu membeli tiket jauh-jauh hari sebelumnya. Mereka pun tahu tanggal kerangkatan yang diburu pemudik. Sehingga, tak mustahil tiket dengan tanggal keberangkatan tertentu sudah habis terjual. Selain membeli langsung ke loket, para calo tersebut juga menampung tiket dari calon pemudik yang membatalkan keberangkatannya.

Sedangkan cara menjualnya bermacam-macam modus, misalnya mengikuti calon pemudik hingga ke luar stasiun, ada yang sengaja mengajak calon pemudik ke tempat sepi dan ada pula yang menawarkan ke pemudik sebelum masuk ke lokasi stasiun.“Caranya macam-macam, yang penting kelihatan aman saja,”kata Sutjipto.

Menanggapi maraknya calo tiket ini, Akhmad Sujadi, Kepala Humas PT KA Daop I, mengaku, selama ini PT KA telah berusaha memberantas peredaran calo di stasiun-stasiun. Karena itu, ia juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk tidak memanfaatkan jasa calo. Kalau perlu dilaporkan kepada petugas. “Kita sudah berupa maksimal contohnya kalau ada yang menangkap calo kita beri imbalan yang besar, ini butuh peran serta masyarakat juga,” jelas Sujadi.

Ia menegaskan, mulai tanggal 20 September mendatang, para calo di Stasiun Gambir dipastikan tidak dapat berkutik. Sebab, selain akan ditingkatkan penjagaan, petugas tiket juga akan memeriksa kesesuaian antara nama dalam tiket dengan yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Bagi mereka yang namanya tak sesuai dengan tiket, maka tidak akan mendapatkan asuransi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Mabes Polri juga telah mendukung upaya PT KA memberantasan calo tiket di DKI Jakarta. Dan hingga kini tercatat sudah 2 calo yang ditangkap.

 

 

Penulis: agus

Sumber: didit