Jakarta – Banyaknya virus komputer memaksa pengguna menginstall anti virus handal. Hanya saja, kewaspadaan patut ditingkatkan karena para pakar keamanan komputer mengeluarkan peringatan berkenaan dengan banyaknya peredaran program anti virus palsu.

Aplikasi palsu tersebut dengan cerdik dideskripsikan sebagai anti virus terpercaya, lengkap dengan pop up peringatan bahwa sistem pengguna terinfeksi. Percaya saja bahwa anti virus itu asli, sebagian pengguna kemudian membelinya secara online lalu menginstallnya. Namun sial, anti virus palsu itu tidak dapat difungsikan.

“Kehilangan uang untuk sebuah program palsu sudah cukup buruk. Namun para korban masih berpotensi terkena kerugian lebih banyak lagi,” papar Macky Cruz dari biro keamanan Trend Micro.

Macky Cruz menandaskan bahwa bisa saja para penjahat cyber juga mendapat informasi kartu kredit yang dipakai konsumen saat bertransaksi. Mereka pun bisa menyikat uang korban dengan leluasa.

Salah satu aplikasi keamanan palsu baru yang ditemukan Tred Micro bernama WinAntispyware 2008. Sedangkan pihak Sunbelt Software juga menemukan aplikasi
palsu bernama Windows AntiVirus, Windows AntiVirus 2008, AntiVirus Lab 2009 dan Antispyware Pro XP.

Terkait fenomena ini, lembaga  Computer Emergency Response Team (CERT), Amerika Serikat, pun menyarankan agar pemakai internet hanya menginstal software keamanan komputer dari vendor terpercaya saja. Demikian seperti dilansir Vnunet dan dikutip detikINET, Kamis (18/9/2008).

Fino Yurio Kristo – detikinet

Advertisements