Ilustrasi narkoba

MEDAN, RABU – Lebih dari 60 persen pengguna narkoba di wilayah Sumatera Utara adalah usia 6-25 tahun, yang notabene merupakan pelajar dari  siswa sekolah hingga mahasiswa.
Direktur Pusat Informasi Masyarakat Anti Narkoba Sumatera Utara (Pimansu), Zulkarnain Lubis, di Medan, Rabu (3/9), mengatakan, angka tersebut didapat dari pengujian yang dilakukaan terhadaap 2.144 orang usia sekolah secara acak dan hasilnya ditemukan sebanyak 1.436 orang terindikasi telah menggunakan narkoba.

Tingginya angka anak usia sekolah pengguna narkoba, sedikit banyaknya diakibatkan buruknya komunikasi antara orang tua dan anak.Akibatnya anak tidak mendapatkan pendidikan yang cukup mengenai bahaya dari zat adiktif tersebut.

“Komunikasi yang kurang baik membuat anak enggan menyampaikan kepada orang tua jika terlibat sebagai penggunaan narkoba, akibatnya anak akan terjerumus semakin dalam di dunia narkoba,” katanya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan,tambahnya, ditemukan fakta bahwa sebab lain anak menjadi pengguna narkoba karena besarnya angka kekerasan di dalam rumah tangga.

Sehubungan itu, demi mengantisipasi bertambahnya jumlah anak usia sekolah yang menjadi pengguna narkoba, Pimansu mengusulkan dibentuknya suatu wadah yang akan mendidik siswa tentang bahaya narkoba.

Melalui wadah tersebut, nantinya diharapkan akan menyampaikan dan menyebarluaskan kepada siswa tentang bahaya penggunaan narkoba.  Terkait proses hukum, ia mengatakan, di dalam ketentuan UU No 22 dan UU No 5 tahun 2007 tentang narkoba dan psikotropika, disebutkan bahwa pengguna narkoba tidak menjalani proses hukum, namun diwajibkan menjalani proses rehabilitasi ditempat yang telah ditentukan dengan tujuan agar terlepas dari pengaruh narkoba.
AC
Sumber : Antara