Untuk memperbaiki kualitas lingkungan di Jakarta Pusat, Menteri Kehutanan, MS Kaban, dan Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, mempelopori penanaman 1.000 pohon di sepanjang rel Jl Industri Utara, Gunungsahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (24/8). Adapun jenis pohon yang ditanam yaitu Cempaka, Miranti, Gemilna dan Damar.

Kegiatan ini merupakan program lanjutan penanaman sejuta pohon yang sebelumnya pernah dilakukan di kawasan Jl Bungur Besar, Kecamatan Senen. Dalam acara ini, bukan hanya para pejabat saja yang menanam pohon, ratusan masyarakat pun turut berpartisipasi menanam pohon, bahkan mereka terlihat begitu semangat.

MS Kaban mengatakan, ruang terbuka hijau (RTH) sangat dibutuhkan bagi warga Jakarta. Sebab, dengan adanya pohon-pohon ini, warga dapat terhindar dari efek pemanasan global dan bahaya kerusakan alam lainnya.
“Agar kebocoran ozon yang terjadi akibat pemanasan global tak meluas, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jauh sebelumnya telah menerbitkan Undang-Undang No 26/2007 tentang Penataan Ruang,” kata Kaban.
Dengan UU itu, kata Kaban, presiden mengajak warga untuk menanam pohon yang tujuannya untuk meningkatkan kepedulian berbagai pihak akan pentingnya penanaman dan pemeliharaan pohon.

Selain itu, MS Kaban juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Sylviana Murni yang telah memprakarsai penanaman sejuta pohon di wilayahnya. Apalagi, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di seluruh kota dan kabupaten se-Indonesia yang dikoordinasi Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (Apeksi). Di mana Walikota wanita pertama dan satu-satunya di Jakarta ini juga duduk sebagai Wakil Ketua Apeksi Bidang Kesejahteraan Masyarakat Perkotaan. Karena itu, Kaban mengucapkan terima kasih.

Sylviana Murni, mengatakan, hampir sebagian besar kota besar di Indonesia saat ini belum bisa memenuhi target 30 persen hutan kota sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No 26/2007 tentang Penataan Ruang, termasuk di wilayah tugasnya yang baru memiliki 9 persen areal terbuka hijau dari total 136,82 hektar luas wilayah Jakarta Pusat.

Mengingat ancaman bahaya pemanasan global, mantan None Jakata itu bertekad terus menambah ruang terbuka hijau. Misalnya menghijaukan kawasan bantaran kali dan lahan kosong milik pemerintah. “Lahan kosong dan bantaran kali menjadi target utama program penghijauan. Kalau lahan kosong itu milik warga, kita koordinasikan dulu kapan mereka akan gunakan. Kalau masih lama akan kita tanami pohon,” ujarnya.

Penulis: sahruddin

Sumber: sahruddin

Advertisements